<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Myna&#039;s Corner</title>
	<atom:link href="http://nanabrownies.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nanabrownies.wordpress.com</link>
	<description>World from her point of view...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Dec 2011 14:42:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nanabrownies.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/8df27f691c82c5fefa40cfaa5c7b9362?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Myna&#039;s Corner</title>
		<link>http://nanabrownies.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nanabrownies.wordpress.com/osd.xml" title="Myna&#039;s Corner" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nanabrownies.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>I thought I said it was easy&#8230;</title>
		<link>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/12/26/i-thought-i-said-it-was-easy/</link>
		<comments>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/12/26/i-thought-i-said-it-was-easy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 14:42:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanabrownies</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanabrownies.wordpress.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Dan di sinilah aku sekarang, berbagi kursi dengan seekor kucing aneh yang hobi menyabotase bantal dan selalu kembali ke kursi ini meski telah berkali-kali dipindahkan. Laptop menyala, koneksi internet yang tidak bisa dibilang lambat, headset lengkap di telinga, namun tidak bisa melakukan apa-apa kecuali memandangi layarnya saja. Semua sempurna, lengkap dengan sepiring cemilan dan buah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=497&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Dan di sinilah aku sekarang, berbagi kursi dengan seekor kucing aneh yang hobi menyabotase bantal dan selalu kembali ke kursi ini meski telah berkali-kali dipindahkan. Laptop menyala, koneksi internet yang tidak bisa dibilang lambat, headset lengkap di telinga, namun tidak bisa melakukan apa-apa kecuali memandangi layarnya saja. Semua sempurna, lengkap dengan sepiring cemilan dan buah. Masalahnya cuma satu, kondisi ruangan yang meriah membuatku tak bisa melakukan apa yang harus aku lakukan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><span id="more-497"></span>Suara rekaman wawancara yang harusnya segera kuubah menjadi verbatim amat sangat tak bisa didengarkan di tengah-tengah gempuran suara-suara probing ilegal lainnya. Aku terjebak di tempat di mana suara televisi memuntahkan bising tak henti-henti, dan tamu yang hampir selalu berganti tak pernah sepi. Tawa mereka, obrolan mereka semuanya bercampur baur menjadi satu. Inilah rumah yang empunya sendiri bahkan mengakuinya sebagai base camp di mana semua orang bebas datang dan pergi. They all friends&#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Pagi-pagi sekali suara dentang palu pak tukang mendominasi. Menjelang siang  orang-orang bermunculan satu persatu untuk kemudian bersama-sama melakukan ritual latihan angklung. Tempat ini tak punya peredam suara, jadi bayangkan saja barang-barang musikal semacam gamelan, gendang, angklung, gong semua berbaur menjadi satu bergema ke seluruh ruangan dan menyusup  ke ruangan lainnya. Bagus, tentu saja bagus, karena ia bernada. Hanya saja tidak tepat timingnya untukku. Sepulang merekapun masih akan ada lagi yang datang dan tinggal di sini untuk melakukan urusan entah apa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Praktis satu-satunya saat aman untuk mendengarkan rekaman itu adalah malam hari ketika mereka mulai lelah untuk bersuara. Saat itu aku merdeka meski harus mengorbankan waktu istirahat. Lol, aku sedang mensugesti diri sendiri bahwa ini bukanlah hal yang aneh, toh dulu-dulu juga begini nyaris tak tidur semalaman.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Masih dengan suara gaduh yang berseliweran meski telah kukutup telinga dengan headset lengkap dan seekor kucing aneh yang sekarang sedang berbagi kursi dan bantal denganku, masih juga dengan sugesti pada diri sendiri bahwa ini bukanlah apa-apa dan semuanya pasti akan selesai tepat pada waktunya meski perlahan tapi pasti mood mulai menurun, tangan-tangan ini bertahan untuk mengetikkan apa yang sedang kamu baca sekarang, sekedar untuk menghilangkan jenuh dan menunggu ruangan kembali sunyi&#8230;.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanabrownies.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanabrownies.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanabrownies.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanabrownies.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nanabrownies.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nanabrownies.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nanabrownies.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nanabrownies.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanabrownies.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanabrownies.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanabrownies.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanabrownies.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanabrownies.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanabrownies.wordpress.com/497/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=497&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/12/26/i-thought-i-said-it-was-easy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef71e50d9805a59aaf133dedc64a2919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanabrownies</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manda Menangis</title>
		<link>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/10/19/manda-menangis/</link>
		<comments>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/10/19/manda-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 06:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanabrownies</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanabrownies.wordpress.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Ya. Manda, cucu ibu kos, menangis, siang tadi, bersamaan dengan bunyi adzan dari masjid gang sebelah. Tidak keras dan tidak menjerit, tapi cukup memilukan. Konsentrasiku pecah, buku yang kubaca tergeletak telungkup di atas perut, sementara aku diam mendengarkan pecahan tangisannya. “Mau jadi apa kamu? Bermain gak lapor dulu, sampe sejam heh? Anak perempuan gak usah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=494&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Ya. Manda, cucu ibu kos, menangis, siang tadi, bersamaan dengan bunyi adzan dari masjid gang sebelah. Tidak keras dan tidak menjerit, tapi cukup memilukan. Konsentrasiku pecah, buku yang kubaca tergeletak telungkup di atas perut, sementara aku diam mendengarkan pecahan tangisannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em><span id="more-494"></span>“Mau jadi apa kamu? Bermain gak lapor dulu, sampe sejam heh? Anak perempuan gak usah main jauh-jauh, disini saja&#8230;.”,</em> dan sederet bentakan keras dari ayahnya yang membuat hatiku ikut tersentak. Aku bukan Manda, bukan ibunya, bukan saudaranya, tapi ikut merasa sakit dengan bentakan-bentakan itu, dan aku tidak betah. Tangisan Manda semakin memilukan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Kesimpulan sederhanaku dari bentakan ayahnya, manda bermain setelah pulang sekolah. Tidak diketahui bermain kemana dengan siapa dan dilakukan tanpa lapor ayah dan ibunya selama kurang lebih satu jam. Dan itu membuat sang ayah marah hebat. Manda memang salah. Tapi aku merasa kasihan, tak layak gadis cilik itu dibentak sedemikian keras, yang bahkan aku jauh lebih tua darinya ikut merasa sakit mendengar bentakan itu. Kalaulah marah, kenapa tak lakukan dengan bijaksana, nasehatilah dia baik-baik. Bukan membentak sampai seluruh penghuni rumah bahkan tetangga mendengar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Tiba-tiba aku merasa kasihan dengan Manda. Usianya memang usia nakal. Siapakah anak kecil di dunia ini yang tak pernah melakukan kenakalan sama sekali? Padahal nakalnya bukanlah nakal yang perlu dikhawatirkan seperti mencuri atau berkelahi. Sepengamatanku Manda suka bersepeda. Barangkali ia hanya berkeliling dan bertemu temannya dan entah bermain apa, lalu pulang tepat sebelum adzan duhur berbunyi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Manda hanya satu dari sekian banyak anak kota yang tak punya tempat bermain selain rumah, sekolah dan gang. Apa yang bisa dimainkan anak-anak di gang? Keliling naik sepeda, main kejar-kejaran, petak umpet disela-sela rumah, menjahili adiknya yang sebenarnya jauh lebih nakal. Seringkali pula kulihat  ia hanya diam menonton tayangan infotainment yang diputar neneknya (ibu kos). Setelah itu dia akan dipaksa tidur siang, sampai sore menjelang, mandi lalu berangkat les lagi. Begitu terus setiap hari. Siklus yang amat tidak menarik, menurutku, seseorang yang dilahirkan jauh dari hiruk pikuk kota, yang mengemban kebebasan jauh dari anak-anak ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Selama beberapa tahun di sini, sering aku mendengarkan orang marah-marah. Ayah kepada anaknya, ibu kepada anaknya dan yang lebih parah suami kepada istrinya. Pertengkaran rumah tangga yang seharusnya tak boleh sampai di telinga orang lain. Apa boleh buat, rumah berdempet-dempet. Dinding saja tak sanggup meredam suara-suara kemarahan itu.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Tak hanya tangisan manda. Anak tetangga belakang rumah, termasuk paling sering kudengar tangisannya secara tak sengaja. Keras dan melengking tinggi lalu tiba-tiba hilang sama sekali entah bagaimana caranya. Matilah hati mereka yang mendengar jika sama sekali tak merasa iba. Pagi, siang, sore. Entah apa yang dilakukan anak malang itu sampai teriakan orang tuanya bergaung sebegitu keras. Kadang ditambahi suara pukulan benda keras, mungkin meja, kursi atau entah apa dipukul demi menakut-nakuti.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Seandainya mereka tahu, seorang anak akan merekam setiap kata dan tindakan orang tua mereka ke dalam memori. Bertahun-tahun, terfiksasi dan bisa jadi akan mewariskan hal yang sama pada anak-anaknya nanti. Karena begitulah yang mereka dapatkan dari role model mereka dahulu, kemarahan dan bentakan. Kekerasan orang tua yang secara tak sadar diwariskan kepada mereka. Kenapa tak beri pemahaman pada anak-anak itu sesuai dengan usia mereka, wahai Bunda dan Ayah? Bukan bentakan keras, bukan pukulan dan cubitan. Mereka akan belajar baik jika diajari baik, mereka akan belajar memahami dan menghormati jika kita juga menghargai. Bukankah seorang anak adalah cermin kedua orangtuanya?</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanabrownies.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanabrownies.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanabrownies.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanabrownies.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nanabrownies.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nanabrownies.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nanabrownies.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nanabrownies.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanabrownies.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanabrownies.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanabrownies.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanabrownies.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanabrownies.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanabrownies.wordpress.com/494/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=494&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/10/19/manda-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef71e50d9805a59aaf133dedc64a2919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanabrownies</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Statusmu; Etalase Otakmu</title>
		<link>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/09/23/statusmu-etalase-otakmu/</link>
		<comments>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/09/23/statusmu-etalase-otakmu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 08:34:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanabrownies</dc:creator>
				<category><![CDATA[Something]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanabrownies.wordpress.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Judul di atas kuambil dari sebuah status update punya seorang teman, nama dan tanggal updatenya terus terang lupa karena pikiranku keburu lari ke sana ke mari untuk mencerna maksudnya sampai kemudian tergelitik membuat tulisan ini. Apa gitu ya? &#8220;Statusmu; Etalase Otakmu&#8221;. &#8230; Jejaring sosial macam twitter, facebook, koprol, friendster, plurk dan banyak lainnya, hampir semuanya memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=485&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Judul di atas kuambil dari sebuah status update punya seorang teman, nama dan tanggal updatenya terus terang lupa karena pikiranku keburu lari ke sana ke mari untuk mencerna maksudnya sampai kemudian tergelitik membuat tulisan ini. Apa gitu ya? <strong><em>&#8220;Statusmu; Etalase Otakmu&#8221;</em>.</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><strong></strong><span id="more-485"></span>&#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jejaring sosial macam twitter, facebook, koprol, friendster, plurk dan banyak lainnya, hampir semuanya memberikan fitur &#8216;update status&#8217; yang dengan gampang bisa diakses oleh siapa saja. Aku adalah salah satu dari sekian banyak orang yang berpendapat bahwa update status boleh di isi apa saja sesuai keinginan kita. Yah seperti juga yang seringkali kudengar dan baca, <em>&#8220;Suka-suka gue dong mau nulis apa aja, akun-akun gue, kalau ga suka ga usah sewot, ga usah dibaca&#8221;</em>. Menurutku kalimat tersebut benar, benar sekali selama update statusnya nggak melanggar TOS.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Tapi ada juga orang yang mengatakan, <em>&#8220;Update status ya update statuslah, tapi sadarilah mana status yang layak dikonsumsi public, mana yang enggak&#8221;</em>. Yang berpendapat seperti ini juga ga salah, tapi aku juga nggak bisa membenarkan soalnya aku kan penganut &#8216;suka-suka gue&#8217; seperti yang sudah dituliskan di atas ;p</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Pertanyaannya kemudian; apakah aku benar-benar merasa tidak pernah terganggu, tidak pernah sekalipun merasa &#8216;tak nyaman&#8217; dengan macam-macam status yang ditulis oleh orang-orang itu? Ohh ya enggak&#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Sejujurnya aku paling malas kalau lihat status yang seperti ini:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>- &#8220;Anj**g, kenapa neh tiba-tiba hujan Nj**g, bener-bener Anj**g dah!&#8221; </em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em></em><em>- &#8220;As*******, gobl***k, ta*** semua orang kaya ta**&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>- &#8220;Ya AmPooOen, paC4r gWe beGgoo BgT seHh, Di sUruH jeMpo3t maLLaH nGarRet!!!&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>- &#8220;Belagu amat sih jadi orang, emangnya loe sapa? Loe tuh bukan sapa-sapa. Dasar belagu loe. Anjr*T!&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>- &#8220;Goob**k, agama primordial diikutin, orang-orang (menyebut agama tertentu) tol**l!&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em></em>Status yang bernada kasar, jorok, umpatan, dan sebangsanya membuatku merasa tak nyaman (oh.. apalagi dipost oleh seorang perempuan). Membaca tulisan campuran besar kecil anak-anak layangan rasanya lebih menyenangkan dan lucu ketimbang membaca tulisan caci maki. Dan percayalah ketika membaca status seperti itu secara tidak sadar akan menimbulkan aura negatif bagi orang lain. Dulu <del>waktu masih ababil</del> :d, kalau ada orang update seperti itu biasanya aku komen <em>&#8220;bahasanya yang bagusan dikit napa, ga enak diliatnya, kaya orang yang ga pernah diajarin sopan santun&#8221; </em>or something something like that lah yang malah berakhir dengan berantem versus si pembuat status. Tapi sekarang setelah dipikir-pikir lagi rasanya nggak ada gunanya komen atau ngomong seperti itu karena bagaimanapun juga ya terserah yang punya status.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Membaca status-status yang tidak menyenangkan tersebut bisa jadi sesuatu yang tidak terhindarkan. Kita memang tidak ingin membaca tapi kalau tiba-tiba muncul di newsfeed bagaimana? Sementara semua status update di facebook, twitter, fs mutlak semuanya bisa dibaca oleh orang lain yang berada dalam friend list kita tanpa terkecuali selama status tersebut tidak diprivate atau tidak ditujukan untuk kelompok tertentu (dengan sistem circle ala G+ yang sekarang juga diterapkan oleh Facebook).  </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Terus gimana kalau ada status yang kasar-kasar seperti itu? Sekarang, setiap menemukan status seperti itu pasti akan kutelusuri asal muasalnya dengan meng-klik wall orangnya. Kalau memang tipikalnya dia suka ngomong kasar dan jorok dan status update-an yang bernada negatif menurutku, adalah kewenanganku untuk meng-unfriend beliaunya. Buat apa sih memelihara teman yang seperti itu, belum ada gunanya buatku. Unfriend adalah alternatif paling bagus bagi kami berdua. Kembali pada term <em>&#8216;&#8221;S<em>uka-suka gue dong mau nulis apa aja, akun-akun gue, kalau ga suka ga usah sewot, ga usah dibaca&#8221;</em></em>, dengan meng-unfriend aku nggak akan ribut mempermasalahkan statusnya dia lagi karena aku ga akan pernah lagi membaca statusnya dan diapun juga bisa tetap bisa ber-update status seperti yang dia inginkan tanpa ada intervensi dariku. Nggak suka remove saja, selesai habis perkara. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Dari bermacam-macam update-an status yang bermunculan di news feed terlihat juga kebiasaan, pikiran, dan sifat sesorang berdasarkan pemakaian kalimatnya. Apa yang ada di pikiran kalian kalau melihat status caci maki dan kata-kata jorok? Apa yang ada di pikiran kalian melihat status-status provokasi dan penghinaan pada ras, etnis, atau agama tertentu? Begitulah, seperti kata sebuah pepatah jawa <em>&#8220;Ajining diri soko lati, ajining rogo soko busono&#8221;</em>. Harga diri seseorang juga tercermin dari apa yang ia katakan. Bagaimana mungkin orang akan berpikiran positip padanya sementara dari mulutnya &#8211; tulisannya keluar kata-kata kasar. Bagaimana mungkin orang mau menghargainya sementara ia bahkan tak menghargai dirinya sendiri. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Sekali, dua kali, mungkin kita pernah menuliskan status bernada marah atau kasar saat emosi tak dapat dikontrol. Tapi jika dilakukan berkali-kali, itu bukan lagi kebetulan (pas marah) namanya, tapi memang kebiasaannya seperti itu. Overt behavior atau perilaku yang seringkali ditampakkan, termasuk kata-kata, sebenarnya adalah manifestasi dari bawah sadar. Jadi jangan salahkan kalau seseorang menilai bahwa si x si y itu kasar dst karena memang begitulah yang dinampakkan (dalam hal ini tulisan, kususnya status update). Kalau si x si y bolak-balik bicara kasar bisa jadi memang otaknya dipenuhi dengan bahasa kasar. Kalau si x si y hampir setiap statusnya bernada mesum, mungkin sebagian besar otaknya memang isinya mesum.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Banyak pasti yang bilang <em>&#8220;Don&#8217;t judge a book by its cover, jangan melihat orang dari penampilan luarnya&#8221;</em>. Jangan hanya menilai sesorang dari statusnya, kalimatnya, apalagi ga kenal orangnya secara dekat? As we know,  kata-kata juga merupakan bagian dari kepribadian kita. Bagaimanapun juga manusia selalu akan memberikan penilaian awal kepada orang lain berdasarkan apa yang ia lihat dan dengar. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Sesungguhnya benar kata teman tersebut, <strong>statusmu; etalase otakmu</strong>. Saat kita sedang menuliskan status kita, sebenarnya kita sedang memamerkan isi otak kita. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanabrownies.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanabrownies.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanabrownies.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanabrownies.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nanabrownies.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nanabrownies.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nanabrownies.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nanabrownies.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanabrownies.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanabrownies.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanabrownies.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanabrownies.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanabrownies.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanabrownies.wordpress.com/485/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=485&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/09/23/statusmu-etalase-otakmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef71e50d9805a59aaf133dedc64a2919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanabrownies</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita Pernah</title>
		<link>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/07/19/kita-pernah/</link>
		<comments>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/07/19/kita-pernah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 00:43:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanabrownies</dc:creator>
				<category><![CDATA[Something]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanabrownies.wordpress.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Pagi&#8230; Petang masih merangkak, fajar belum pudar, pun embun belum sepenuhnya mengering dari rimbun dedaunan. Pepatah mengatakan, apa yang kita ingat pertama kali saat membuka mata, maka ialah yang akan menjadi penentu jalannya perasaan sepanjang hari nanti.  Mungkin segalanya akan berjalan baik jika yang muncul adalah sketsa menyenangkan dan positip. Seperti batrei yang tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=481&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Selamat Pagi&#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Petang masih merangkak, fajar belum pudar, pun embun belum sepenuhnya mengering dari rimbun dedaunan. Pepatah mengatakan, apa yang kita ingat pertama kali saat membuka mata, maka ialah yang akan menjadi penentu jalannya perasaan sepanjang hari nanti.  Mungkin segalanya akan berjalan baik jika yang muncul adalah sketsa menyenangkan dan positip. Seperti batrei yang tak habis direcharge seharian penuh, bagaimana jika sebaliknya?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><span id="more-481"></span>Tiba-tiba aku teringat pada Zee dan segala prosanya. Kesamaan perasaan tentang apa yang ia tulis kadang membuatku miris. Aku tak ingin mempunyai kisah yang sama dengannya. Aku benci bagaimana ia menguraikan sebuah kata <em>&#8220;Kita pernah&#8221;</em>.  Gambaran semua keindahan yang pernah dilalui lalu kemudian menampakkan wujud terakhirnya berupa ambring. Paradoks. Frase menyedihkan yang diurai dengan cara yang indah melahirkan sebuah keindahan yang menyedihkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Frasenya tak hanya muncul pagi ini, tapi sebelumnya dan sebelumnya meski tak setiap hari. Ia mulai membuatku benci pada setiap abu-abu hidup. Betapa dulu kuanut sebuah keyakinan bahwa hidup ini terlalu berharga untuk dibiarkan berada dalam kenyamanan, dan segala kemungkinan adalah mutlak. Jadi kenapa sekarang aku benci mendengar perumpamaan negatif atau sebuah kemungkinan yang paling  menyedihkan yang bisa saja terjadi pada akhir kisah? </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Udara mengambang dan aku berjalan pada cerita yang mengambang. Kita memulai kisahnya dengan ketidaktahuan, menjalaninya dengan mereka-reka, lalu mau diakhiri dengan cara bagaimana? </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Sebenarnya aku ingin menemaninya berbagi cerita tentang banyak jiwa yang tersesat. Tapi aku tak ingin menambahkan cerita dari sudut pandang dua orang yang sama-sama gagal menemukan apa yang mereka tuju. Sungguh aku tak ingin menyusulnya menjadi enggrang kedua yang hanya mampu memandangi birunya lautan dari pesisir lalu diam-diam kembali ke rimbunnya bakau setelah menuliskan frase <em>&#8220;kita pernah&#8221;</em>.  </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Hidup masih abu-abu. Ia sudah pernah mengalami apa yang aku alami. Ia sudah pernah merasakan bagaimana sakitnya sebuah frase <em>kita pernah. </em>Tapi, aku ingin sebuah cerita yang lain, bahwa <em>kita pernah</em> namun dengan ending yang berbeda&#8230;</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanabrownies.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanabrownies.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanabrownies.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanabrownies.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nanabrownies.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nanabrownies.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nanabrownies.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nanabrownies.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanabrownies.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanabrownies.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanabrownies.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanabrownies.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanabrownies.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanabrownies.wordpress.com/481/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=481&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/07/19/kita-pernah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef71e50d9805a59aaf133dedc64a2919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanabrownies</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersaing Untuk Apa?</title>
		<link>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/07/09/bersaing-untuk-apa/</link>
		<comments>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/07/09/bersaing-untuk-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 16:58:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanabrownies</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanabrownies.wordpress.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Never talk to me anymore, but just a small talk no more than 10 minutes&#8230; She thought that you were a rival, since that time. What? Doesn’t make a sense, we’re friend before. And what’s a rival? Aku tak pernah paham, persaingan apa yang dimaksud. Bahwa kami berdua adalah orang-orang yang menyenangi diskusi, yang kerap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=475&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>Never talk to me anymore, but just a small talk no more than 10 minutes&#8230;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>She thought that you were a rival, since that time.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>What? Doesn’t make a sense, we’re friend before. And what’s a rival?</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Aku tak pernah paham, persaingan apa yang dimaksud. Bahwa kami berdua adalah orang-orang yang menyenangi diskusi, yang kerap menghabiskan waktu semalaman bersama untuk sekedar mendebatkan hal-hal tak penting; <span id="more-475"></span>seperti mengapa sekolah Totto Chan tak bisa diterapkan di sini, mengapa anak-anak begitu menarik, atau mengapa orang lebih memilih melihat sesuatu yang nampak daripada alasan dari apa yang mereka nampakkan. Lalu kemudian sama-sama tertidur karena kelelahan dan tidak pernah menemukan kata sepakat dari diskusi kami.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Kami menyadari bahwa kami bukanlah anak-anak yang gemar berganti baju dan mengikuti mode. Bukan, bisa dibilang kami ketinggalan mode, nerd or so whatever. Orang tak akan memperhatikan bagaimana penampilan kami. Model baju apa yang kami pakai, sepatu warna apa yang kami kenakan. That’s all just appearance atributions and we prefer to dress our mind up.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Disaat banyak anak sedang sibuk berdandan, kami memilih untuk tidak ikut menjadi pesolek. Dengan santai melenggang membiarkan wajah kami bersih tanpa sapuan bedak apapun dan menerima bahwa ada sebagian orang yang memang dilahirkan dengan modal tampang standar, golongan yang bernasib sama seperti kami.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Latar belakang, pola berpikir, dan idealisme yang memiliki banyak persamaan. Apa lagi? Aku tak pernah mempermasalahkan apakah dia lebih supel, lebih populer dan lebih terkenal. Memang sudah jalannya begitu. Aku juga tak merasa iri bahwa secara akademik dia memiliki prestasi yang lebih bagus. Dia memang pintar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Jadi aku tak habis pikir, kenapa menganggapku sebagai saingan. Mempersaingkan apa? Dia punya banyak hal lebih, apanya yang merasa tersaingi? Aku tak berharap ini dijawab, bagaimana bisa kutanyakan padanya, sampai satu tahun berlalu kalau ketemu saja hanya 5 menit dan pergi. Kita dekat tapi seperti berjauhan. Mana ada diskusi seperti dulu lagi. Fuh&#8230;</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanabrownies.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanabrownies.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanabrownies.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanabrownies.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nanabrownies.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nanabrownies.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nanabrownies.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nanabrownies.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanabrownies.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanabrownies.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanabrownies.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanabrownies.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanabrownies.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanabrownies.wordpress.com/475/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=475&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/07/09/bersaing-untuk-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef71e50d9805a59aaf133dedc64a2919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanabrownies</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pagi Ini di Dapur&#8230;</title>
		<link>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/06/14/pagi-ini-di-dapur/</link>
		<comments>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/06/14/pagi-ini-di-dapur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 05:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanabrownies</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanabrownies.wordpress.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Sembari mengambilkan barang-barang yang diperlukan untuk memasak (cuma bagian disuruh-suruh), si anak mendengarkan percakapan kedua orangtuanya yang sudah menikah selama puluhan tahun dan bagaimana pengalaman mereka dalam menghadapi masyarakat di sekitar mereka yang aneh. Si istri mengaku baru saja dipanggil &#8216;atasan&#8217; untuk kemudian dinasehati agar tidak melawan arus. &#8220;Gimana ya, rasanya kalau nggak sesuai dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=470&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span class="Apple-style-span" style="color:#008000;">Sembari mengambilkan barang-barang yang diperlukan untuk memasak (cuma bagian disuruh-suruh), si anak mendengarkan percakapan kedua orangtuanya yang sudah menikah selama puluhan tahun dan bagaimana pengalaman mereka dalam menghadapi masyarakat di sekitar mereka yang aneh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><span id="more-470"></span>Si istri mengaku baru saja dipanggil &#8216;atasan&#8217; untuk kemudian dinasehati agar tidak melawan arus. <em>&#8220;Gimana ya, rasanya kalau nggak sesuai dengan hati tuh nggak enak, masa disuruh diam aja ngikutin yang lain&#8221;</em>. Ya memang si istri ini dikenal sebagai seorang yang vokal, yang konon katanya sifatnya ini diwariskan pada anak-anaknya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>&#8220;Kalau ada penataran, rasa-rasanya yang perlu ditatar duluan tuh atasannya dulu baru bawahan. Topiknya pendidikan karakter kok malah main sogok belakang, ealah yang ngajarin atasannya pula&#8221;</em>, demikian si suami menimpali.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Awalnya si anak tidak terlalu mengerti apa sih yang sebenarnya sedang dibicarakan pasutri ini, setelah hampir satu jam lebih mendengarkan (sambil tetap disuruh ke sana kemari) akhirnya jelas juga. Jadi ternyata saat ini di atas sana tengah terjadi aksi sogok belakang demi memuluskan jalan, sementara mereka yang tidak mengikuti aksi ini dihimbau agar diam, termasuk pasutri ini. Kegiatan yang sedianya dirancang untuk meningkatkan kualitas para &#8216;pendidik&#8217; ini nyatanya justru terang-terangan amat sangat tidak mendidik. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Ujung-ujungnya percakapan ini justru membuat si anak semakin apatis dengan keadaan masyrakat secara keseluruhan. Lah dimana saja sekarang nggak ada yang bener. Yang bener dihujat, yang ga bener disanjung-sanjung. What a ????</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Masih hangat kemarin kasus Nyonya Siami yang diusir penduduk kampungnya karena mengadukan kecurangan sekolah anaknya waktu UAN. Sungguh sesuatu yang menurutnya memalukan, memuakkan. Yang salah siapa yang diusir siapa. Yang jujur malah ajur. Dan orang tua yang seharusnya mengajarkan kejujuran kepada anaknya justru berkata, <em>&#8220;lebih baik anak saya menyontek daripada tidak lulus&#8221;. </em>Lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi pendidikan dasar pada generasi mudanya justru menanamkan <em>believe</em> yang salah kaprah. Ya nggak salah kalau ke depannya mereka akan terbiasa dengan kecurangan karena memang begitulah yang ditanamkan orang tuanya sejak mereka kecil.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Itu hanya secuil potret kebobrokan masyarakat yang kebetulan terekspos. Sementara yang tidak kelihatan dibawah sana masih sangat banyak, mengakar sampai sampai ke <em>believe</em> sehingga saking lekatnya sampai menjadi suatu kewajaran. Iya, curang itu wajar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><em>&#8220;Ah nduk, kamu jangan terlalu naif memandang dunia. Orang yang telalu jujur itu berbahaya untuk dirinya sendiri, digencet atas bawah, dijegal kanan kiri, malah bisa-bisa mati diracun seperti Munir! Sudahlah, untuk hal-hal tertentu mungkin lebih baik diam saja&#8230;&#8221;</em> Begitu nasihat si istri kepada anaknya di akhir percakapan mereka, sementara si anak hanya mengiyakan nasihat tersebut sebagai tanda sopan santun sambil diam-diam menyelinap pergi membawa satu lagi kekecewaan pada banyak hal dalam kehidupannya&#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanabrownies.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanabrownies.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanabrownies.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanabrownies.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nanabrownies.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nanabrownies.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nanabrownies.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nanabrownies.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanabrownies.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanabrownies.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanabrownies.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanabrownies.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanabrownies.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanabrownies.wordpress.com/470/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=470&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/06/14/pagi-ini-di-dapur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef71e50d9805a59aaf133dedc64a2919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanabrownies</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Cuma Merasa Sayang</title>
		<link>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/06/08/aku-cuma-merasa-sayang/</link>
		<comments>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/06/08/aku-cuma-merasa-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 14:22:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanabrownies</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanabrownies.wordpress.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Menurut legenda &#8216;nature theory&#8217;, lingkungan (sahabat, keluarga, dan orang-orang terdekat) individu adalah komponen yang turut membentuk kepribadian individu termasuk caranya dalam berpikir dan bertindak. Bukan begitu Hani? Buatku pribadi mungkin tak seratus persen benar tapi harus diakui bahwa orang-orang disekitarku akan turut mempengaruhi pola pikirku. Anyway, aku seringkali merasa sayang ketika melihat seseorang yang berpotensi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=463&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Menurut legenda <em>&#8216;nature theory&#8217;</em>, lingkungan (sahabat, keluarga, dan orang-orang terdekat) individu adalah komponen yang turut membentuk kepribadian individu termasuk caranya dalam berpikir dan bertindak. Bukan begitu Hani? Buatku pribadi mungkin tak seratus persen benar tapi harus diakui bahwa orang-orang disekitarku akan turut mempengaruhi pola pikirku.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Anyway, aku seringkali merasa sayang ketika melihat seseorang yang berpotensi, kemudian dia memutuskan suatu hal yang menurutku kurang pas (menurut dia sih enggak, kan suka-suka dia) sementara keputusannya itu dipengaruhi oleh orang-orang di sekitarnya. Iyah bagaimanapun juga lingkungan keluarga, sahabat, significant others akan sangat berpengaruh terhadap keputusan itu, setidaknya wacana yang mereka berikan baik langsung maupun tidak langsung melalui pengalaman or something akan turut membentuk keputusannya. Orang boleh memberikan wacana tapi no intervensi, sebab keputusan adalah milik pribadi. Iya nggak?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><span id="more-463"></span>Itulah kenapa kita sebisa mungkin bergaul dengan siapa saja dan mengamati pola pikir mereka. Hanya sekedar agar pemikiran kita tidak seperti &#8216;kura-kura dalam tempurung&#8217; (katanya sih begitu). Betapa luaaaaasss dunia ini, tapi kita hanya tahu sebesar tempurung yang menutupi badan kita. Sekali lagi bukan untuk meniru, tapi mengambil ibrah dibalik pengalaman orang lain. Kemudian membuat keputusan kita sendiri yang semoga tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahan orang di sekitar kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Dari tadi tulisanku muter-muter :sigh:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Padahal intinya aku hanya merasa sayang pada orang-orang yang menurutku (kuulangi) berpotensi tapi kemudian dia memutuskan hal yang dipengaruhi oleh orang-orang terdekatnya yang kurang pas (dari pointku). Indonesia begitu luas dear, tapi kamu hanya melihat tanah yang kau pijak saja. Belum lagi luar negeri sana. Kata Ibuku dulu<em> &#8220;masa depanmu masih panjang, tengoklah keluar sana bergaulah dengan semua orang&#8221;</em>. Entahlah, aku memang kurang kerjaan kalau sampai ngurusin masalah orang padahal masalahku sendiri perlu diurusin kan? Pada akhirnya aku cuma bisa merasa kasihan dan mengembalikan segalanya pada beliaunya. Semoga sukses dengan pilihannya. Dia mungkin benar dan aku mungkin juga nggak salah. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Ah ya kenapa kamu nggak kenal aku ya, padahal nggak ngaruh juga kalau kenal denganku *dikeplak!*, aku cuma merasa sayang&#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanabrownies.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanabrownies.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanabrownies.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanabrownies.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nanabrownies.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nanabrownies.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nanabrownies.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nanabrownies.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanabrownies.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanabrownies.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanabrownies.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanabrownies.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanabrownies.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanabrownies.wordpress.com/463/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=463&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/06/08/aku-cuma-merasa-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef71e50d9805a59aaf133dedc64a2919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanabrownies</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fortz</title>
		<link>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/05/27/fortz/</link>
		<comments>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/05/27/fortz/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 14:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanabrownies</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanabrownies.wordpress.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[13 Mei 2011 “Hati-hati di jalan&#8230;” Aku melihat ia menjauh setelah mengucapkan salam, berbaur dengan puluhan penumpang kereta yang lain sementara Artz yang meringkuk dalam tas yang disandangnya di bahu sebelah kiri. Ada semacam perasaan sedih melihat kereta bergerak perlahan membawa Artz menjauh. Hari itu untuk terakhir kalinya aku melihat Artz, setelah beberapa tahun setia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=456&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY"><span style="color:#008000;">13 Mei 2011</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#008000;"><em>“Hati-hati di jalan&#8230;”</em></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#008000;">Aku melihat ia menjauh setelah mengucapkan salam, berbaur dengan puluhan penumpang kereta yang lain sementara Artz yang meringkuk dalam tas yang disandangnya di bahu sebelah kiri. Ada semacam perasaan sedih melihat kereta bergerak perlahan membawa Artz menjauh. Hari itu untuk terakhir kalinya aku melihat Artz, setelah beberapa tahun setia menemani hari-hariku.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#008000;"><span id="more-456"></span>Kutinggalkan stasiun setelah bayangan kereta menghilang dari pandangan. Kulirik Fortz, si kecil berada nyaman dalam dekapan. <em>“Kamu akan menggantikan Artz yang hebat, semoga bisa sehebat dia”.</em> Dengan bentuknya yang lebi mini, 10 inc, lebih ramping dibanting Art, sebenarnya aku tidak terlalu berharap banyak. Ada beberapa program yang tidak bisa dijalankan secara optimal dengan kondisi mungilnya. Kelebihannya mungkin karena bentuknya yang mini sehingga mudah dibawa ke mana-mana dan tidak harus memberatkan punggungku, meski sebenarnya aku juga tidak pernah membawanya ke mana-mana.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#008000;">Akhirnya hari ini, Jumat, dua minggu sudah Fortz bersamaku. Tak ada keluhan, masih aman. Dan tentu saja aku tidak memforsirnya untuk melakukan banyak hal tanpa memberikan waktu istirahat seperti yang pernah kulakukan pada Artz dulu. Trying to learn from the past. Aku mematikannya jika sedang tidak instens menggunakannya. Biasanya sehari tiga kali kuhidupkan dengan jeda pemakaian beberapa jam. Untuk pemakaian normal seperti mengetik, mendengarkan lagu, games dan lain-lain tak ada masalah, Fortz bisa bertahan lebih dari 4 jam. Namun untuk pemakaian ekstra seperti internetan dan game online, aku merasakan badan sebelah kirinya menjadi lebih mudah panas dan batreinya (rasanya) lebih mudah habis. Anyway berbeda dengan perlakuanku pada Artz yang nyaris tidak pernah memakai batrei alias colok kabel listrik langsung, si Fortz ini justru kebalikannya ga pernah lepas dari batrei, habis charge – full lepas kabel charger, begitu seterusnya. Ngaruh nggak sih sebenernya?</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#008000;">Nothing more to share, she&#8217;s pretty enough, that&#8217;s all. Berharap bisa menjaganya untuk waktu yang lama karena aku pribadi berhutang banyak pada Ibu demi si Fortz. Aslinya jatah si Fortz adalah jatah Ibu. Kebetulan saat aku menelepon beliau memberitahukan bahwa Artz bermasalah, beliaunya sedang dalam perjalanan mencari letop baru juga yang sedianya bakal dibawa penataran di kota sebelah awal Juni ini. Tapi demi anaknya akhirnya beliau mengalah, duh jadi merasa bersalah. Ya untungnya rejeki tak kemana, dengar-dengar sekarang beliau udah pegang sendiri. Kudoakan Mum semoga lancar dengan acaranya, dan beres semua pekerjaannya. Kalau sempat aku pulang, kalau enggak ya lebaran sekalian. Miss ya so ^_^</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="color:#008000;">Forty, dengan kupu-kupu berkeliaran di dekstopnya hehe&#8230;</span></p>
<p align="JUSTIFY"><a href="http://nanabrownies.files.wordpress.com/2011/05/fortz.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-457" title="fortz" src="http://nanabrownies.files.wordpress.com/2011/05/fortz.jpg?w=300&#038;h=175" alt="" width="300" height="175" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanabrownies.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanabrownies.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanabrownies.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanabrownies.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nanabrownies.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nanabrownies.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nanabrownies.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nanabrownies.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanabrownies.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanabrownies.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanabrownies.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanabrownies.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanabrownies.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanabrownies.wordpress.com/456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=456&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/05/27/fortz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef71e50d9805a59aaf133dedc64a2919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanabrownies</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nanabrownies.files.wordpress.com/2011/05/fortz.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fortz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Back To MCP</title>
		<link>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/05/25/back-to-mcp/</link>
		<comments>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/05/25/back-to-mcp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 10:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanabrownies</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanabrownies.wordpress.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Right, finally I got my MCP back! Sudah lama sekali, hampir dua tahun yang lalu mungkin, saat aktivitas masih padat dulu (tapi main juga ga ketinggalan) aku sempat kehilangan akses masuk MCP dikarenakan sesuatu yang nggak kuketahui. Reset pasword berulang-ulang sudah, tapi pada waktu itu hanya bisa masuk melalui email. Sementara dari phonecell ataupun komputer [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=452&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Right, finally I got my MCP back!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"> Sudah lama sekali, hampir dua tahun yang lalu mungkin, saat aktivitas masih padat dulu (tapi main juga ga ketinggalan) aku sempat kehilangan akses masuk MCP dikarenakan sesuatu yang nggak kuketahui. Reset pasword berulang-ulang sudah, tapi pada waktu itu hanya bisa masuk melalui email. Sementara dari phonecell ataupun komputer hasilnya nihil &#8220;wrong pasword&#8221; or something like that, lupa. Bahkan setelah beberapa kali malah nggak bisa masuk sama sekali. Karena sudah terlanjur desperate akhirnya diikhlaskan saja.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><span id="more-452"></span>Setelah sore tadi hanya iseng tracing, dan mencoba mereset kembali pasword. Hasilnya, viola!! Masuk. Sempat berbunga-bunga sesaat, sebelum akhirnya bengong sendiri. <em>&#8220;Looh kok jadi gini&#8230; Direset semuanya?&#8221;</em> Yes, I lost all my notes there, sadly. Yang lebih parah tampilan awal juga kosong melompong, bersih. No friends, no testimonials, no notes. Jadi bener-bener balik seperti nubie. I dont really mind losing my friends and testimonials there but give my notes back Justin!!! All of the memories that I ever wrote there, semua embrio pemikiran yang sempat berada di sana, habis. I ever be 40th best active blogger there, even not really the point.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Rasanya kaya ada yang hilang, semacam memoriam yang kena tsunami dan ga ditemukan bangkainya gitu&#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Okelah, nop. Kalau harus memulai dari awal lagi at least I have a place to draw my mind without opening netbook first. Perasaan Fortz ini sudah mini tapi tetap saja dia ga bisa dipake nulis sambil tiduran. Ga perlu mencela (masi ada gitu si itu yang latah?), you dont really know how important that stuffs for me, just someone who love to write they&#8217;ll understand what I feel. Waste, trash or whateva u call it, mind your own business. Everyone has their own way of life. Pffft&#8230; </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Ngomong-ngomong wordpress diupdate yah, tampilan dashboardnya juga beda, ada fitur copy post dan request feedbacknya juga, hmm nice.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanabrownies.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanabrownies.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanabrownies.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanabrownies.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nanabrownies.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nanabrownies.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nanabrownies.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nanabrownies.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanabrownies.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanabrownies.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanabrownies.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanabrownies.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanabrownies.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanabrownies.wordpress.com/452/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=452&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/05/25/back-to-mcp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef71e50d9805a59aaf133dedc64a2919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanabrownies</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Artz&#8230;</title>
		<link>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/04/03/artz/</link>
		<comments>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/04/03/artz/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 08:03:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanabrownies</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Journal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nanabrownies.wordpress.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[And let me tell you they will always pull you down, before you know it they will take your smile and push you around. They will  haunt your every dream, they will make you come undone at the seams… Pukul satu dini hari lebih, saat kutengok jam digital di pojok kanan bawah Art yang masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=440&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#008000;">And let me tell you they will always pull you down, before you know it they will take your smile and push you around. They will  haunt your every dream, they will make you come undone at the seams…</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Pukul satu dini hari lebih, saat kutengok jam digital di pojok kanan bawah Art yang masih menyala dan mendendangkan Solid Groundnya Marid Larsen dengan suara lirih dari winampnya. Malam tadi memang sengaja tak kumatikan si Art. Setelah mencabut modem dan menutup semua window, ganti winamp yang  kunyalakan. Dengan kebiasaan ‘tidur tak nyenyak’ yang mulai menggejala lagi akhir-akhir ini, aku memutuskan untuk mencari suasana baru dengan menghidupkan musik. Melow dan lembut agar suara tak terlalu berisik, dan tentu saja berbahasa asing agar otakku tak tergoda untuk memikirkan arti di bait-bait syairnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Dalam keadaan setengah sadar, memandangi Art yang mungkin sebenarnya juga sedang kelelahan karena hampir tiap hari dipaksa bekerja terlalu keras dengan minimal jatah istirahat, akhirnya aku luluh juga. Kututup winamp, beberapa kali refresh refresh lalu dilanjutkan shut down. Well, aku mungkin mengeksploitasinya terlalu parah. Setelah dipaksa menyala tanpa henti sepanjang pagi-siang, diapun terkadang harus menuruti keinginanku di malam hari. Baru pada pukul 11 malam biasanya kami sama-sama istirahat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><span id="more-440"></span>Sebelumnya selama beberapa tahun ke belakang, Art malah nyaris dipaksa kerja rodi. Dengan begitu teganya seringkali aku menggunakannya dan membiarkannya tak pernah mati dalam 3-4 hari nonstop. Ditinggal ke kampus, ditinggal jalan-jalan, dan ditinggal tidur dengan keadaan dia masih menyala. Aku terlalu malas untuk turn on turn off tiap kali membutuhkannya, jadi kupikir dengan membuatnya menyala tanpa henti aku tak perlu ribet begitu. Tapi aku lupa bahwa Art sebuah barang artificial, man made, yang tidak dirancang dengan mesin berkekuatan tanpa batas. Perlahan tapi pasti ketika dia sampai pada ambang batasnya dia akan mengalami penurunan tenaga.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Art, the blue butterfly skinny lepi, mungkinkah sekarang dia menyesal telah berada di tanganku?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Aku sudah jatuh cinta padanya bahkan sejak awal sebelum kami bertemu. Dengan beberapa rekomendasi hasil goggling dari internet, akhirnya aku memutuskan untuk memilihnya dari beberapa produk yang lain. She looks so cute with her slim body, 12 inci, sesuai dengan kemampuan punggungku untuk menggendongnya dalam ransel. Sebuah webcam, meski dengan resolusi yang tidak terlalu tinggi kadang kugunakan untuk menyapa keluarga di kejauhan sana via ym. Vcd/Dvd driver yang dulu juga menjadi pertimbangan karena kebiasaanku menonton film yang kebanyakan pinjaman dari rental, kemampuan itu yang tidak akan bisa dilakukan oleh sebuah netbook 8 inci. Belum lagi bentuknya yang cantik dengan touchpad lembut, berbeda dengan touchpad kebanyakan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Dan Art pulalah yang begitu berjasa membantuku mengerjakan semua tugas kampus maupun lemburan sampai dini hari. Art yang menemaniku selama opnam di saat jam luar besuk ketika semua orang dilarang masuk kamar bahkan ibu! Art juga yang membawaku merambah ke cyber tempat dimana semua bisa dijelajahi dengan hanya bermodal koneksi dan sentuhan. Lihat juga betapa setianya dia tetap patuh mengerjakan apa yang aku inginkan walau tanpa anti virus. Disaat semua orang sibuk update aku malah dengan santai membiarkannya tanpa proteksi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Membicarakan betapa baiknya dia terhadapku, aku jadi sedih melihat keadaannya sekarang. Art seiring dengan bertambahnya usia, sementara beban yang harus dia kerjakan juga tak semakin berkurang, kini dia jadi sering sakit-sakitan. Si cantik dengan wallpaper kupu-kupu biru berlatar beakang hitam menunjukkan gejala tak sehat. Beberapa bulan sebelumnya, Art sempat mengalami depresi tingkat tinggi. Dia tak mau dimatikan dengan shutdown walau sudah ditunggui selama berjam-jam, jadilah aku mematikannya dengan cara manual melalui tombol power. Berdasarkan keprihatinan padanya yang mungkin agak terlambat tersebut aku mengirimkannya untuk diopname. Aku mengiyakan saja ketika disarankan ganti windows dan menyambutnya kembali dengan ceria ketika aku berhasil mematikannya via shutdown. Horee Art normal lagi!</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Ternyata keceriaanku tidak berlangsung lama ketika suatu kali di depan mataku Art tiba-tiba mati sendiri. Kenapa? Kenapa? Kemarin nggak bisa dimatiin kenapa sekarang malah jadi mati sendiri? Setelah meminta penjelasan dari petugas rumah sakit tempat dimana Art sempat menjalani opname, aku mendapatkan penjelasan yang membuatku tambah shock. <em>“Kemarin saat saya install ulang, dia juga sempat mati sendiri, awalnya saya pikir memang di program mati saat panas berlebihan sama Mbaknya. Tapi ternyata setelah saya tes lagi nggak berubah. Jadi mungkin sebenarnya komponen penahan panasnya udah nggak berfungsi sehingga dia mati sendiri saat dipaksa hidup dengan beban dan panas berlebih”. </em>What kind of reason is this?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Oke aku terlalu takut melihat perkembangan Art, karena akhir-akhir ini saat aku membuka tab kebanyakan (kata temen si keterlaluan), dia tanpa peringatan akan mematikan dirinya sendiri. Dan saat kuraba bagian kanan diatas kipasnya terasa panas yang memang tidak seperti sebelumnya. Beberapa orang menyarankan (setelah menyalahkan keparahanku memberdayakannya secara tak bendawi) untuk menggantinya dengan yang baru. Wow heyy betapa mudahnya mereka berkata begitu. Ini bukan sekedar masalah berapa lembar kertas merah yang harus dikeluarkan, tapi bagiku adalah masalah attachment. Meskipun aku juga kepingin netbook yang lebih ringan (manusia memang tak pernah puas) tapi aku tak pernah berpikir untuk menyingkirkan Art dari pelukanku bagaimanapun keadaannya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Dia bukan hanya sekedar barang tapi lebih dari itu sudah menjadi teman. Seperti halnya semua benda yang kupunya mereka mendapatkan tempat sendiri di hati (halah). Aku tidak terbiasa menggantikan sesuatu dengan yang lebih baru yang mungkin lebih keren jika sudah merasakan attachment dengan mereka sampai mereka memang benar-benar sudah tidak bisa didayagunakan. Termasuk Art, meskipun kadang kelakuanku padanya berlebihan tapi aku menyayanginya dengan sepenuh hati. Yah mungkin aku harus belajar membaca sinyal kapan dia mulai capek dan tidak memforsirnya terlalu keras lagi. From the bottom of my heart, I would like to say sorry for Art…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;">Sebuah lagu dari Phill Collins, tribute to Artemiz</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://nanabrownies.files.wordpress.com/2011/04/artz.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-443" title="artz" src="http://nanabrownies.files.wordpress.com/2011/04/artz.jpg?w=240&#038;h=300" alt="" width="240" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#008000;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#008000;">So you’re leaving in the morning on the early train</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#008000;">Well I could say everything’s alright and I could pretend and say good bye</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#008000;">That would be lying…</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#008000;">Cause I can’t stop loving you. No, I can’t stop loving you</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#008000;">Why should I…</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#008000;">I’ll always be here by your side. I never wanted to say good bye</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#008000;">I’m always here if you change, change your mind…</span></em></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nanabrownies.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nanabrownies.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nanabrownies.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nanabrownies.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nanabrownies.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nanabrownies.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nanabrownies.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nanabrownies.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nanabrownies.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nanabrownies.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nanabrownies.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nanabrownies.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nanabrownies.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nanabrownies.wordpress.com/440/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nanabrownies.wordpress.com&amp;blog=2391203&amp;post=440&amp;subd=nanabrownies&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nanabrownies.wordpress.com/2011/04/03/artz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef71e50d9805a59aaf133dedc64a2919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nanabrownies</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nanabrownies.files.wordpress.com/2011/04/artz.jpg?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">artz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
